Menyimpan daging ayam bukan hanya soal memasukkannya ke kulkas, tetapi juga bagaimana kamu menjaga kualitasnya sejak pertama kali dibeli. Kesalahan kecil seperti suhu yang tidak tepat atau wadah yang kurang higienis bisa membuat ayam cepat berlendir. Selain menurunkan kualitas, kondisi ini tentu dapat membahayakan kesehatan jika tetap dikonsumsi. Agar lebih aman, kamu perlu memahami teknik penyimpanan yang benar agar daging ayam tetap segar lebih lama.
Cara Menyimpan Daging Ayam di Kulkas
Metode First In, First Out membantu memastikan ayam yang lebih dulu disimpan digunakan terlebih dahulu. Cara ini mencegah ayam tersimpan terlalu lama hingga berubah tekstur atau berbau. Catat tanggal penyimpanan pada wadah untuk memudahkan pengecekan.
Lupa kapan terakhir memasukkan daging ke dalam kulkas? Atasi dengan pemberian catatan setiap kali membeli daging dengan menulis tanggal pada wadah atau pembungkus daging. Catatan ini akan menjadi pengingat kita untuk memilih mana daging yang harus dimasak terlebih dahulu. Daging ayam bisa lebih lama daripada daging sapi, yakni satu tahun asalkan dimasukkan ke dalam freezer dalam keadaan segar.
Wadah kedap udara membantu menjaga kesegaran ayam dengan meminimalkan paparan udara. Paparan udara dapat mempercepat oksidasi dan pertumbuhan bakteri. Pilih wadah berkualitas yang benar-benar tertutup rapat. Selain itu, wadah yang tertutup menghindarkan ayam dari bau makanan lain di dalam kulkas. Ini juga menjaga struktur dan warna ayam tetap stabil. Cara ini efektif untuk mempertahankan kualitas ayam hingga beberapa hari.